tempatku tugas

tempatku tugas
Puskesmas Curug kota serang

Jumat, 28 September 2012

ACARA LOMBA POSYANDU DALAM RANGKA HARI KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2012

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.
Dalam pelaksanaannya Posyandu adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) sehingga dalam kegiatannya menuntut  tokoh masyarakat untuk bergerak dan berpartisapasi untuk menggalang kegiatan di suatu Posyandu.
Kader Posyandu menurut definisinya adalah warga masyarakat yang ditunjuk oleh masyarakat bekerja untuk masyarakat dengan sukarela, untuk melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan sederhana di posyandu.
Namun masyarakat kadang perlu diingatkan dan dimotivasi untuk menggerakkan Posyandu diwilayahnya agar gaung Posyandu “ Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat dan Untuk Masyarakat” tetap menggema di hati mereka. Sehingga Posyandu tidak disebut milik petugas kesehatan.
*àSeperti Kegiatan Lomba Posyanduß* Acara ini memacu para kader dan masyarakat untuk mau berpartisipasi terlebih mereka bisa memahami arti Posyandu yang sesungguhnya untuk kepentingan mereka bersama

Serangkaian acara hari ini semoga menjadi motivasi yang berharga baik bagi tokoh masyarakatnya,kadernya maupun masyarakat diwilayah Kelurahan Curug pada khususnya dan warga Kecamatan Curug Kota Serang Pada Umumnya.
                          --Amiinn--

---*-*---

















Kamis, 12 Juli 2012

MMD

Pada Tanggal 10 Juli 2012 , bertempat di Kelurahan Pancalaksana Kecamatan Curug Kota Serang  jam 09.00 wib dilaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa di  Fasilitatori oleh Pembina  Desa Siaga dari Dinas Kesehatan Kota Serang. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil Kepala Puskesmas Curug  beserta  Petugas Promkes  dan bidan Pembina desa Pancalaksana, Pak Lurah berhalangan hadir dan di wakilkan oleh sekdesnya, serta kader desa siaga, dan kader posyandu di kelurahan Pancalaksana. Penyampaian Musyawarah Masyarakat Desa ini di sampaikan oleh Fasilitator desa siaga, para peserta pun serius menyimak penjelasan yang diberikan.
Musyawarah Masyarakat Desa ini sebenarnya adalah kelanjutan dari Sosialisasi Desa Siaga  yang lalu. Karena Musyawarah Masyarakat Desa ini adalah suatu kegiatan musyawah yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat untuk membahas masalah-masalah terutama yang erat kaitannya dengan kemungkinan KLB, Kegawatdaruratan & Bencana yang ada di desa serta merencanakan penanggulanggannya.

Pada saat musyawarah masyarakat desa berlangsung seru, karena beragam sekali tanggapan dan pendapat peserta yang akan memilih calon pengurus desa siaga di Kelurahan Pancalaksana. Akhirnya didapatkan hasil dari musyawarah tersebut nama-nama pengurusnya.


>>FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN<<

 Tindak lanjut  :
§  Kader membantu kades menyebarkan hasil Musyawarah tentang Rencana Kerja Penanggulangan masalah dan membantu menindak-lanjuti untuk kegiatan-kegiatan.
§  Selanjutnya, mencari calon kader baru, pelatihan kader & pelaksanaan kegiatan


Tindak lanjut Rencana Kerja hasil MMD
1.  Latihan Kader
2. Melaksanakan kegiatan masyarakat dibidang kesehatan
3. Memantau/memonitor hasil kegiatan
4. Memotivasi warga agar kegiatan dibidang kesehatan dapat dikembangkan baik lokasinya maupun jenis kegiatannya




Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dengan baik, Aamiin



Jumat, 06 Juli 2012

ACARA LINSEK UPT PUSKESMAS CURUG KOTA SERANG


       Sejumlah  surat undangan  telah dilayangkan dalam rangka pertemuan evaluasi program puskesmas Curug Kota Serang, telah dikirimkan kepada bapak  camat Kecamatan Curug, Ka Polsek Curug, Danramil,Para Kepala Desa, tim penggerak PKK, petugas KB, staf cabang pendidikan nasional (diknas), dinas pertanian, dinas peternakan  dan dinas kesehatan Kota Serang. Pertemuan setingkat mini lokakarya (minlok) puskesmas, kali ini mengikut sertakan instansi lintas sektoral yang berada di wilayah kerja puskesmas.
         Loka Karya Mini  puskesmas tersebut  diselenggarakan hari Rabu, 04 Juli 2012, di ruang aula puskesmas Curug Kota Serang.  
Pertemuan Lintas sektoral ini membahas Tentang "Sosialisasi dan Evaluasi Program Puskesmas"
      



PERMASALAHAN UTAMA:

Masih Rendahnya cakupan  sarana  kesehatan lingkungan di Kec. Curug

Perlunya ditingkatkan kegiatan promosi kesehatan untuk merubah image masyarakat tentang hidup sehat

Masih banyaknya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang harus terus dipantau dengan cermat dan mencegah KLB tersebut terulang
  
Sarana dan prasarana serta sumber daya manusia Puskesmas yang harus terus ditingkatkan
Butuhnya dukungan dari segala sektor untuk mensukseskan program puskesmas tersebut.


KEGIATAN DAN PROGRAM INOVASI YANG TELAH DILAKUKAN PUSKESMAS CURUG:
  1. Pelayanan Klinik Bersalin "24 Jam"
  2. Pelayanan UGD sore hari
  3. Pembentukan desa dan kampung siaga
  4. Pelaksanaan program pengembangan berupa poli gigi, fisioterapi, kesehatan usila, kesehatan kerja,UKS-UKGS

Dari hasil Sosialisasi dan Evaluasi Program Puskesmas tersebut ternyata Program Puskesmas  masih perlu banyak dukungan dari berbagai sektor untuk bisa mencapai Kecamatan Curug yang madani.













Sabtu, 12 Mei 2012

DOKUMENTASI PEMILIHAN TENAGA KESEHATAN TELADAN TINGKAT PROVINSI BANTEN


Dinas   Kesehatan    Kota   Serang   mengadakan kembali pemilihan tenaga kesehatan teladan dan puskesmas berprestasi untuk tahun 2012. Adapun kriteria tenaga kesehatan sebagai calon teladan antara lain dokter atau dokter gigi, paramedis (perawat atau bidan), tenaga kesehatan masyarakat (sanitarian/epidemiolog kesehatan/entomolog atau penyuluh kesehatan/asisten apoteker/analis laboratorium), dan tenaga gizi (nutrision atau dietision) .
Syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya telah bekerja di puskesmas sampai saat ini ≥ 2 tahun, jumlah anak ≤ 3 orang, belum pernah menjadi pemenang pemilihan tenaga kesehatan teladan, khusus untuk tenaga medis (dokter atau dokter gigi) pemanggilan tes ditunjuk langsung oleh tim penilai tenaga kesehatan teladan Dinas Kesehatan Kota Serang.
Tahun 2012 ini Alhamdulillah UPT Puskesmas Curug mendapat kesempatan menjadi finalis ketingkat Provinsi Banten, walau Cuma dua peserta dari empat yang di unggulkan.  Dan apresiasi yang tinggi kami berikan pada teman-teman yang telah berusaha untuk memuliakan Puskesmas Curug dengan kinerja mereka yang sangat baik.
Berikut ini cuplikan dokumentasi penilaian tenaga teladan tingkat provinsi Banten:

















Do'a kami, semoga penilaian ini berdampak positif bagi kinerja  rekan-rekan yang lain...
Jika kita tilik dari kata-kata bijak  Promod Brata

Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.

Jadi pilihan itu ada pada diri kita sendiri yang bijak atau tidak menyikapi kehidupan ini.


















Minggu, 29 April 2012

>>KONSEP PUSKESMAS PERKOTAAN 
DI KOTA SERANG <<



Kota Serang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Banten yang juga merupakan Ibukota Provinsi Banten. Wilayah Kota Serang secara geografis terdiri dari daratan, perbukitan dan lautan.
Apabila memakai koordinat system UTM ( Universal Transfer Mercator ) zone 48 wilayah kota serang terletak pada koordinat 618.000 m sampai dengan 638.600 m dari Barat kr Timur dan 9.337.725 m sampai dengan 9.312.475 m dari Utara ke Selatan. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari Utara Ke Selatan adalah sekitar 21,7 km dan jarak terpanjang dari Barat Ke Ti8mur adalah sekitar 20 Km. Batas Wilayah Kota Serang mencakup yaitu :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Banten .
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pontang, Kecamatan Ciruas, kecamatan Kragilan Kabupaten Serang.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Pabuaran, Kecamatan Waringin Kurung dan Kecamatan Kramatwaktu Kabupaten Serang.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan KecamatanCikeusal. Kecamatan Petir dan KecamatanBaros Kabupaten Serang.


Kota Serang yang merupakan Ibukota Provinsi Banten terletak pada posisi yang sentral dan strategis karena berada di jalur utama penghubung lintas jawa – Merak serta dilintasi jalur Kereta Api Lintas Jakarta – Merak. Jarak Kota Serang hanya lebih kurang 75 km ke Jakarta Ibukota Negara yang telah dihubungkan dengan jalan bebas hambatan ( Jalan Tol Jakarta Merak ).
Luas Wilayah Kota Serang Secara Administratif tercatat 26.439 ha yang terdiri dari 6 ( Enam ) Kecamatan,                 20 ( Dua Puluh ) Kelurahan dan 46 ( Empat Puluh Enam ) Desa. Dari gambaran tersebut  jelas bahwa Kota Serang adalah wilayah perkotaan yang cukup banyak memiliki masalah-masalah yang berkaitan dengan penduduk perkotaan.


 Pembangunan Kesehatan di Kota Serang diharapkan mengarah pada peningkatan upaya Promotif dan Preventif dengan tidak mengenyampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Dalam perkembangannya, Puskesmas telah berhasil memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seperti yang ditunjukkan dalam penurunan angka kematian dan angka kesakitan secara bermakna dalam 3 dasawarsa terakhir.

Sayangnya disamping keberhasilan yang telah dicapai tersebut, Puskesmas masih mengahadapi berbagai permasalahan, yang tidak saja berkaitan dengan beban kegiatan pokok yang terlalu banyak yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga masalah-masalah lain yang terkait dengan rendahnya kemampuan Puskesmas untuk menghadapi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga kinerja Puskesmas menurun tajam dan mengakibatkan citra Puskesmas semakin terpuruk.

Tuntutan globalisasi, arus informasi yang kuat dan cepat, perubahan kebijakan sentralistik menjadi desentralistik, perubahan paradigma dalam pembangunan kesehatan mengharuskan kebijakan Puskesmas dirumuskan kembali agar dapat diwujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif, efisien, merata dan berkesinambungan diseluruh pelosok tanah air. Pertimbangan inilah yang mendasari lahirnya konsep puskesmas reformasi.


I. ARAH KEBIJAKAN RPJMN THUN 2010-2014
Arah kebijakan pembangunan perkotaan adalah ; mengembangkan kota sebagai suatu kesatuan kawasan/wilayah, yaitu kota sebagai pendorong pertumbuhan nasional dan regional (engine of growth) serta kota sebagai tempat tinggal yang berorientasi pada kebutuhan penduduk kota (people centered)

II. KONSEP KOTA
1. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto 
Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialisti
2. Menurut BPS
Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik
3. Menurut Wikipedia
Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.
Pengertian "kota" sebagaimana yang diterapkan di Indonesia  mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum.  Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.  Desa atau kampung didominasi oleh lahan terbuka bukan pemukiman.

III. KAWASAN PERKOTAAN
1).Kawasan perkotaan (urban) 
Adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukanpertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatanekonomi. Kawasan perkotaan yang besar dengan jumlah penduduk di atas satu juta orang dan berdekatan dengan kota satelit disebut sebagai metropolitan.
2).Dalam UU Penataan ruang No.26 tahun 2007,  
kawasan perkotaan adalah  wilayah yang mempunyai  kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.
3). Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah
adalah : Wilayah  yang  mempunyai  kegiatan  utama  bukan pertanian dengan susunan  fungsi   kawasan sebagai  tempat  pemukiman   perkotaan, pemusatan  dan   distribusi  pelayanan jasa pemerintahan,pelayanan sosial dan kegiatan otonom

IV. KLASIFIKASI KOTA
KLASIFIKASI KOTA  (Berdasarkan Jumlah Penduduk)
1.Kota Kecil : 20.000-50.000
2.Kota Sedang:50.000-100.000
3.Kota Besar : 100.000-1.000.000
4.Metropolitan :1.000.000-5.000.000
5.Megapolitan : > 5.000.000
Sumber : Per Mendagri RI No 4 tahun 1980


V. STANDAR PELAYANAN PERKOTAAN



VI. STRATEGI  PENYELENGGARAAN  PELAYANAN KESEHATAN  DI PERKOTAAN
1). Mengembangkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di Perkotaan  (Puskesmas, Praktek   pribadi, Klinik swasta, RS, Balkesmas, Laboratoriumklinik, BTKL, KKP)
Ø Mengembangkan sarana dan prasarana serta sumber daya
Ø  Mengembangkan sistem pencatatan danpelaporan serta mekanisme rujukan
Ø Mengembangkan networking (jejaring) pelayanan  kesehatan.
Ø Mengembangkan kemitraan dengan dunia usaha,LS/LP terkait dll

2). Mengembangkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas Perkotaan
Ø Mengembangkan upaya kesehatan wajib dan upaya  kesehatan  pilihan  di Puskesmas   Perkotaan
Ø Mengembangkan tata cara pelayanan dipuskesmas perkotaan
Ø Mengembangkan model pelayanan puskesmas  di perkotaan dengan tatanan kawasan tertentu
Ø Mengembangkan kebutuhan ketenagaan dan sarana-prasarana   di Puskesmas  perkotaan   sesuai dengan penyelenggaraan pelayanan

3). Mengembangkan sertifikasi sarana pelayanan kesehatandi perkotaan yang bermutu, merata  dan   berkeadilan :  Quality  Assurance, SPMKK, Survei kepuasan pelanggan, AMDAL, dll

4). Mengembangkan model pembiayaan pelayanan kesehatan di perkotaan ; Asuransi Kesehatan, CSR, Donasi masyarakat, dll

5). Mengembangkan model  pemberdayaan masyarakat dan keluarga di perkotaan: RW / Kelurahan Siaga, Pos UKK, Safe Community, PSC (Public Service Centre),dll

6). Upaya Kesehatan Perkotaan ;  Pendekatan pelayanan kesehatan kpd masy diwilayah perkotaan. yg disesuaikan dgn karakteristik & kebutuhan masing-masing lapisan masyarakat

7). Pelayanan Kesehatan Perkotaan ; Pelayanan kesehatan yg terdiri dr UKP &UKM yg terintegrasi antara pelayanan  dasar & pelayanan rujukan, baik yg dilakukan oleh pemerintah  atau swasta di wilayah perkotaan

8) Konsep dasar Puskesmas Di Perkotaan;  Konsep dasar tidak berbeda dgn Puskesmas pada umumnya Hal berbeda karena : Masalah kesehatan yg lebih kompleks Kebutuhan  cara dan jenis pelayanan yang   meningkat sesuai dengan karakteristik masyarakat

DEFINISI OPERASIONAL

Puskesmas yang mengembangkan Upaya Kesehatan Perkotaan :
Puskesmas di Perkotaan yang menyelenggarakan kegiatan penanganan masalah kesehatan spesifik perkotaan dengan target waktu tertentu.
Yang dimaksud Puskesmas di Perkotaan   adalah :Puskesmas yang berada di Ibukota Provinsi,Ibukota Kabupaten dan Kota otonom serta kawasan perkotaan yang   mempunyai jumlah penduduk 100.000 s.d 500.000 jiwa (Kawasan Kota sedang)
Yang dimaksud penanganan masalah spesifik perkotaan adalah :
  •  Pengembangan / modifikasi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pilihan seperti :Program pembinaan kesehatan anak jalanan,Klinik VCT , Poliklinik sanitasi atau polikliniksehat, program PTM dsb
  •  Pengembangan / modifikasi tata cara pelayanan : Seperti : Puskesmas UGD 24 jam,Puskesmas online dsb

KONSEP PUSKESMAS PERKOTAAN:
  •  Pengembangan Fungsi Puskesmas
  • Pengembangan Upaya Kesehatan
  •  Pengembangan Sarana, Prasarana dan Sumber Daya Manusia

PUSKESMAS  INDIKATOR :
  •   Adanya penanganan masalah spesifik perkotaan
  •   Jumlah tenaga puskesmas yang telah mendapat pelatihan


 MANAJEMEN  KESEHATAN   PERKOTAAN 
DINAS KESEHATAN KAB/ KOTA 

1.     Rekapitulasi jumlah puskesmas yang menyelenggarakan upaya kesehatan daerah
2.     Rekapitulasi jumlah tenaga yang mendapatkan pelatihan manajemen kesehatan perkotaan

DEFINISI OPERASIONAL
Kabupaten /kota yang mengembangkan Upaya Kesehatan Perkotaan yaitu Kab/Kota yang di wilayahnya minimal ada 2 puskesmas yangmengembangkan Upaya Kesehatan Perkotaan  Juga melakukan minimal 2 kegiatan seperti :
Sosialisasi dan Advokasi Program Kesehatan Perkotaantingkat Kab/Kota
Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Perkotaantingkat Kab/ Kota
Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Upaya KesehatanPerkotaan
Forum Komunikasi LP/LS dalam Penyelenggaraan KesehatanPerkotaan tingkat Kab/ Kota
Menyediakan anggaran untuk melaksanakan upaya kesehatanperkotaan

PILOT  PROJECT  PUSKESMAS PERKOTAAN

TUJUAN  UMUM
Terbentuknya   suatu  sistem manajemen puskesmas perkotaan yg dianggap optimal dan realistis untuk suatu  periode tertentu,  agar  dapat  memberikan  pelayanan  kesehatan sesuai dengan karakteristik dan permasalahan kesehatan di wilayahnya.