tempatku tugas

tempatku tugas
Puskesmas Curug kota serang

Rabu, 27 Januari 2016

EMPLOYEE GATHERING : BERSAMA MENUJU PUSKESMAS CURUG BERPRESTASI

Kemarin kami melaksanakan kegiatan “ Employee Gathering”, tepatnya pada tanggal 23 dan 24 Januari 2016 di daerah Lembang Bandung. 
Suasana  kebersamaan yang berbeda jelas kami rasakan dan suasana keakraban itu masih begitu terasa disanubari ini.
Begitu berbeda dengan suasana kerja…
Rutinitas di Puskesmas sering membuat jenuh, terlebih dari tahun ke tahun beban kami semakin berat.
Hal itu lumrah sebenarnya, tapi jika semua itu berdampak pada kinerja pegawai dan menurunnya tingkat prestasi Puskesmas, itu akan menjadi suatu permasalahan ditahun mendatang.

Semoga  kegiatan “ Employee Gathering” kemarin dapat menyegarkan kembali semangat kami untuk bekerja dalam satu tujuan >>> “ Menuju Puskesmas Curug Berprestasi” v(^_^)v


Kegiatan “Employee Gathering” itu sendiri, adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan ikatan persaudaraan diantara pegawai sehingga dapat menimbulkan empaty yang baik terhadap rekan sekerja dan diharapkan akan berdampak pada rasa kebersamaan dalam melaksanakan tugas di Puskesmas. Kegiatannya dapat dilakukan dengan metode pelatihan dalam rangka  mengembangkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan dari seorang pegawai.

Kegiatan  “Employee-Gathering” ini  bisa dilakukan dimana saja baik indoor maupun outdoor. Tapi akan sangat enjoy jika dilaksanakan dialam terbuka dengan suasana yang nyaman seperti yang kami lakukan kemarin. 
Dengan mensimulasikan beberapa permainan yang memberikan motivasi kebersamaan. Suasana yang tercipta begitu menyenangkan sehingga dapat mencairkan kejenuhan  kami  saat berada dalam rutinitas tugas  selama ini.

TAHAPAN-TAHAPAN KEGIATAN “Employee Gathering”:

1. Sosialisasi Kegiatan

Sosialisasi Kegiatan  menitikberatkan kepada pengenalan  kami secara personal terhadap rekan-rekan sekerja  dan lingkungan kami.
Dengan bantuan event organizer kami dipandu untuk bersosialisasi dengan rekan sekerja lainnya sehingga kekakuan hilang di antara kami, tidak ada lagi kepala puskesmas, TU, dokter, perawat, bidan, magang/honorer...
Kegiatan ini kemarin  sepertinya sengaja dibuat didalam ruangan agar terisolasi dari masyarakat sekitar dan kami memiliki privasi yang baik. (good job Mr EO)


Serius tapi santai

2. Kegiatan di Lapangan (Outdoor)
    
Kegiatan selanjutnya  dilakukan di luar ruangan  tepatnya di lapangan kecil yang nyaman karena ditumbuhi rumput halus yang cantik, sambil menikmati alam yang begitu asri dan sejuk sehingga kami tidak  merasa jenuh menjalani setiap tahapan kegiatan “Employee Gathering”  tersebut.

Kegiatan Outdoor tersebut  berupa permainan atau game yang bersifat motivator dan penuh dengan filosofi-filosofi dalam berorganisasi.

Kami di bagi dalam 4 kelompok besar

Lalu kami dibagi dalam empat team yang dimotivasi untuk menang tanpa rasa takut ataupun grogi. Rasa antusiasme peserta menjadi semakin kuat dan menimbulkan rasa kebahagiaan  yang melingkupi raga kami.

Games  demi games kami lakoni dengan motivasi menang untuk team kami




Simulasi menyeberangi lautan dengan bantuan kayu papan
Banyak diantara permainan/games tersebut memiliki unsur filosofi yang tinggi dalam berorganisasi, salah satunya adalah permainan dengan alat bantu kayu rotan berbentuk lingkaran. Admin berusaha menelaah filosofi  administrasi yang terkandung dalam permainan tersebut, maaf kalau tidak sempurna... karena sempurna itu milik Allah semata (^_^)v

Permainan/games dengan alat bantu kayu rotan berbentuk lingkaran
Kayu rotan yang berbentuk lingkaran tersebut kami sanggah bersama-sama (dalam satu Team) dengan menggunakan dua ruas jari telunjuk kami, lalu kayu rotan tersebut harus kami letakkan dibawah secara bersamaan mulai dari atas sejajar atau batas dada kami. Kayu rotan tersebut tidak boleh dipegang oleh jari yang lain, apalagi oleh tangan, hanya boleh mengandalkan dua ruas telunjuk kami, jika melanggar akan dikenakan diskualifikasi.

Yang menakjubkan dari permainan ini adalah ketika kayu rotan tersebut disanggah akan terasa memiliki unsur magis sehingga kayu rotan  tersebut sulit untuk meluncur turun kebawah, malah sebaliknya kayu rotan tersebut semakin naik... naik... dan naik... Seakan melayang dan sulit untuk di gapai.

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah saat kayu rotan tersebut ketika diturunkan ada sebagian anggota team yang menahan secara tidak sadar seperti terhipnotis oleh kondisi tersebut. Uniknya saat sebagian tangan anggota team yang meluncur turun lebih dulu, seakan tersentak kaget karena ruas jarinya lepas dari kayu rotan tersebut, mereka akan segera merekatkan ruas jarinya dan tanpa sadar mereka semakin menjunjung kayu rotan  lebih tinggi dari sebelumnya hingga terasa kayu rotan melayang yang diikuti oleh ruas jari team yang lain untuk mengimbangi kayu rotan tersebut agar tidak terlepas dari ruas jari mereka.
Akhirnya  yang terjadi kayu rotan dirasa letaknya semakin tinggi dari letaknya semula, yang menimbulkan kebingungan bagi anggota team karena dirasa sangat magis.

Kunci keberhasilan dari permainan itu ternyata ada pada komando dalam Team tersebut, semakin banyak yang memberikan komando/intruksi, semakin sulit kayu rotan tersebut diturunkan. Karena anggota grup akan mengalami kebingungan  yang menyebabkan pikiran, emosi serta tenaga terkuras.

Ternyata hanya  dengan satu komando/intruksi dari satu leader lalu diikuti dengan patuh oleh anggota team lainnya menjadikan games tersebut sukses dilakoni bersama hingga kayu rotan tersebut dapat di letakan bersamaan dibawah.

Filosofinya adalah : dalam suatu organisasi perlu adanya seorang leader yang mampu memberikan komando/intruksi sehingga  dapat memberikan arahan dalam mencapai tujuan organisasi dan komando/intruksi tersebut wajib diikuti  secara sadar dan patuh oleh seluruh anggota organisasi tersebut.

Apabila terjadi dalam suatu organisasi terdapat beberapa komando/intruksi, maka kondisi tersebut akan menimbulkan  kebingungan yang berdampak pada kinerja dan prestasi organisasi tersebut, sehingga tujuan organisasi tidak akan tercapai.

Deskripsi dari satu permainan saja sudah dapat memberi begitu banyak pelajaran bagi kami untuk menelaah kondisi suatu organisasi. Dan masih banyak lagi yang kami dapat dari lainnya...

Games tentang perjuangan team untuk menyeberangi lautan agar tidak karam

Masih banyak lagi games-games  yang kami lakukan dan dapat menjadi pelajaran berharga bagi kami...

Terima kasih yang tak terhingga kepada ibu Neneng Nasutiowati, SKM, MM Kepala Puskesmas Curug Kota Serang  yang telah memberikan ide pada acara ini.
Terima kasih kepada bapak H. Husnul, bapak Nazarudin yang menjadi event organizer acara ini.
Terima kasih kepada dr Hena Arlini yang banyak membantu dalam menyempurnakan acara ini.
Dan terima kasih pada semua pihak yang telah  membantu  mensukseskan acara demi acara .

Teriring harapan  kami, semoga kegiatan ini dapat kami laksanakan  kembali  



Jumat, 31 Januari 2014

PROLOG RENCANA KERJA PUSKESMAS CURUG TAHUN 2014


BAB  I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR  BELAKANG
Penyelengaraan pogram dan kegiatan ke tata usahaan di Puskesmas Curug  merupakan implementasi dari peraturan Daerah kota serang dengan undang–undang nomor 32 tahun 2007 tentang pembentukan kota Serang di Propinsi Banten, pembentukan kota serang diharapkan akan dapat mendorong salah satunya dalam bidang pelayanan kesehatan melalui pembentukan  organisasi Unit Pelaksana teknis (UPT) Puskesmas yang tertuang dalam peraturan Wali Kota Serang nomor 41 tahun 2008 dan peraturan Wali Kota Serang nomor 33 tahun 2011 mengenai Pembentukan UPT Puskesmas Curug.
UPT Puskesmas Curug  melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan tingkat dasar . Adapun program kerja puskesmas  itu sendiri tujuan utamanya meningkatkan pelayanan prima  menuju masyarakat sehat dan sejahtera. Produk dari pelaksanaan program ini  adalah terlaksananya kegiatan dari semua program Puskesmas yang ada dan dapat di capai sesuai dengan target yang sudah ditentukan sesuai dgn tujuan MDGS, yaitu meningkatkan Kesehatan Masyarakat, menurunkan angka kesakitan  dan kematian.
1.2  IDENTIFIKASI MASALAH
Dibuatnya program kerja ini  salah satunya untuk mengidentifikasai permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan yang ada di Puskesmas Curug  selama satu tahun yang telah berjalan. Permasalahan itu sendiri masih adanya kekurangan mengenai pencapaian cakupan program.
Perencanaan merupakan langkah pertama yang diambil dalam usaha mencapai tujuan artinya perencanaan merupakan usaha kongkritisasi langkah-langkah yang harus ditempuh dimana dasar – dasarnya telah diletakkan dalam strategi organisasi (LAN, 1993). Secara umum disebutkan apabila pelaksanaan upaya kesehatan tidak didukung oleh perencanaan yang baik, maka akan sulit diharapkan tercapainya tujuan dari upaya kesehatan tersebut (Azwar, 1996).

1.3   MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pelaksanaan program kerja tata usaha  adalah suatu bentuk penyelesaian atau perbaikan kinerja serta meningkatnya cakupan program Puskesmas, dengan cara meningkatkan cakupan program yang sesuai dengan tuntutan  target  yang ada.  Sedangkan tujuan dari kegiatan ini melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada semua manajemen Puskesmas.

1.4  SASARAN KEGIATAN
           Kelompok sasaran adalah semua pegawai puskesmas yang terdiri dari :
a.       Dokter sebagai pelaksana penanggung jawab pelayanan dan rujukan
b.      Perawat dan Bidan sebagai pelaksana pelayanan  dan pemegang program
c.       Farmasi, Sanitarian, dan Ahli Gizi  sebagai pemegang Program
d.      Petugas SP2TP
e.       Rekam Medic (RR)

BAB II
PELAKSANAAN
2.1 RUANG LINGKUP KEGIATAN
Secara garis besar, ruang lingkup kegiatan tindak lanjut hasil kegiatan pelaksanaan peningkataan  kinerja pegawai serta cakupan program puskesmas adalah  sebagai berikut :
a)      Tolak Ukur Kegiatan
Tolak ukur dari kegiatan ini adalah terlaksananya tindak lanjut hasil kegiatan pelaksanaan peningkatan kinerja pegawai serta cakupan program puskesmas sehinggaa dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian serta tercapainya pelayanan prima sehingga akan meningkatkan derajat kesehataan masyarakat
b)      Nama Pekerjaan
·         Program peningkatan system  pengawasan kinerja pegawai internal dan pengendalian pelaksanaan kegiatan (KDH)
·         Kegiatan pelaksanaan cakupan program dari masing-masing pemegang program dan  tindak lanjut hasil kegiatan melalui system pelaporan (SP2TP) dan pengawasan  melekat
c)      Nilai Pekerjaan
Nilai dari pekerjaan ini adalah sebesar ................ yang terdiri dari dua anggaran yaitu BOP, BOK, adapun bendaharanya tersebut adalah :
1.      Bendahara BOP (Biaya Operasional Puskesmas)
Nama  
Nip
Pangkat/Gol
Jabatan
: Yenni Sudarlisna, SKM
: 1967 0906 198711 2 001
: Penata Tk.I/ III D
: Pelaksana Perawatan (Bendahara BOP)

2.      Bendahara BOK (Biaya Operasional Kesehatan)
Nama  
Nip
Pangkat/Gol
Jabatan
: Hj.Wawat Sukmawati, S.ST.Keb
: 1977 0714 200701 2 012
: Penata Muda / III.A
: Pelaksana Kebidanan  (Bendahara BOK)


d)     Volume Pekerjaan
Dilakukan setiap bulan sesuai jadwal yang telah dibuat meliputi 6 program unggulan dan 12 progam utama serta beberapa program tambahan lainnya. Hasil kegiatan itu setiap bulannya dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Serang.
e)      Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan di dalam  dan di luar gedung wilayah UPT Puskesmas Curug. Untuk Pengawasannya dilaksanakan setiap bulan. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data sasaran terkait.
2.2       ORGANISASI PELAKSANA
·         Semua pegawai UPT Puskesmas Curug
·         Semua Pemegang Program
·         Semua Bendahara Anggaran
2.3       RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
a.         Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilaksanakan semua petugas program harus membuat rencana kegiatan maasing-masing program. Baik rencana jangka pendek (Bulanan)/ rencana jangka panjang (rencana tahunan) setelah Rencana dibuat baru dilaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang telah dibuat. Laporan hasil kegiatan dibuat rekapannya sebulan sekali pada akhir bulan dan dikumpulkan ke Dinas Kesehatan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dari semua rekapan hasil kegiatan keseluruhan yang dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang.
b.         Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan kegiatan di akan dilaksanakan dalam waktu 12 bulan yang di mulai sejak triwulan I sampai dengan triwulan IV dalam Tahun Anggaran 2014.
c.         Metode
Dalam  pelaksanaan kegiatan ini, dilakukan evaluasi kegiatan oleh Kepala UPT Puskesmas Curug Kota Serang selaku pengguna anggaran sebagai bahan kebijakan pada tahap pelaksanaan kegiatan lebih lanjut. Evaluasi tersebut dilaksanakann sekurang-kurangnya 1 (satu) kali pada setiap akhir triwulan.
            d.         Rencana Anggaran Kegiatan
Pada anggaran kegiatan yang dilaksanakan ditindaklanjuti dengan mengevaluasi sesuai dengan cakupan kegiatan yang ada dibandingkan dengan target yang sudah ditentukan. Temuan kesenjangan laporan dibahas pada saat brifing mingguan dan bulanan serta triwulan Puskesmas.

2.4              HASIL YANG DIHARAPKAN
a.         Keluaran/Output, dari kegiatan tindak lanjut hasil peningkatan kinerja dan cakupan kegiatan seluruh program yaitu terlaksananya peningkatan kinerja dan peningkatan cakupan program sesuai dengan target yang ditentukan.
b.         Hasil/ Outcome, dari kegiatan ini adalah terbentuknya kinerja pegawai yang bertanggungjawab serta tersusunnya laporan cakupan kegiatann dari masing-masing program.
c.         Produk yang dihasilkan adalah dokumen laporan hasil kegiatan cakupan bulanan, triwulan, dan tahunan.

BAB III
PELAPORAN
Pada kegiatan ini pelaporan dilaksanakan secara insidentil dan secara periodek, meliputi :
1.Secara Insidentil :
·      Rencana kerja dan anggaran
·      Dokumen cakupan pelaksanaan kegiatan dan anggaran (SPJ dan hasil kegiatan)
·      Laporan hasil cakupaan kegiatan program bulanan, triwulan, dan tahunan.
·      Evaluasi hasil cakupan program dan kesenjangan kegiatan tersebut.
2.Secara Periodik :
·      Laporan pertanggungjawaban anggaran kegiatan.
·      Laporan hasil akhir kegiatan tahunan (Profil)




Mengetahui
Ka. Upt Puskesmas Curug


dr H. Muammar
Nip : 19801222 201001 1 005
Serang, 06 Januari 2014
Ka. Subag Tata Usaha Upt. Puskesmas Curug


Hj. Intan Nugrahanti,S.sos
Nip : 19740412 199301 2 003

Rabu, 14 November 2012

LAUNCHING PENGOBATAN FILARIASIS TAHUN KE IV DI KECAMATAN CURUG KOTA SERANG


Tepatnya  hari Rabu tanggal 14 November 2012 telah dilaksanakan kegiatan Launching Filariasis di Kecamatan Curug Kota Serang. Hadir dalam event tersebut Bapak Walikota Serang TB. Haerul Jaman beserta ibu.
Pengobatan massal Filariasis ini memasuki tahun  ke empat  dari target lima tahun pengobatan massal flariasis di Kota Serang.

Tujuan pengobatan massal filariasis ini adalah untuk memutus transmisi filariasis dengan menurunkan angka microfilaria rate menjadi kurang dari 1 % dan menurunkan kepadatan rata-rata microfilaria.
Penderita filariasis  yang di temukan di Kota Serang sudah mencapai 20 orang hingga tahun 2012 ini. Untuk menanggulangi penyebaran penyakit filariasis ini agar tidak meluas pemerintah kota serang melaksanakan  program  eliminasi penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah secara bertahap melalui pengobatan massal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun.


Sasaran pengobatan massal Filariasis adalah seluruh warga kota Serang, kecuali pengobatan massal filariasis ini harus di tunda pada kondisi :

  1. Anak berusia kurang dari 2 tahun
  2. Ibu Hamil
  3. Orang yang sakit berat
  4. Penderita kasus kronis sedang dalam serangan akut
  5. Anak berusia kurang dari 5 tahun dengan marasmus dan kwasiokor

Semoga di tahun ke 4 ini pengobatan massal filariasis dapat mencapai target yang ditentukan dan dapat mengeliminasi penyakit filariasis yang berbahaya dan dapat menimbulkan kecacatan ini.












Jumat, 28 September 2012

ACARA LOMBA POSYANDU DALAM RANGKA HARI KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2012

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.
Dalam pelaksanaannya Posyandu adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) sehingga dalam kegiatannya menuntut  tokoh masyarakat untuk bergerak dan berpartisapasi untuk menggalang kegiatan di suatu Posyandu.
Kader Posyandu menurut definisinya adalah warga masyarakat yang ditunjuk oleh masyarakat bekerja untuk masyarakat dengan sukarela, untuk melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan sederhana di posyandu.
Namun masyarakat kadang perlu diingatkan dan dimotivasi untuk menggerakkan Posyandu diwilayahnya agar gaung Posyandu “ Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat dan Untuk Masyarakat” tetap menggema di hati mereka. Sehingga Posyandu tidak disebut milik petugas kesehatan.
*àSeperti Kegiatan Lomba Posyanduß* Acara ini memacu para kader dan masyarakat untuk mau berpartisipasi terlebih mereka bisa memahami arti Posyandu yang sesungguhnya untuk kepentingan mereka bersama

Serangkaian acara hari ini semoga menjadi motivasi yang berharga baik bagi tokoh masyarakatnya,kadernya maupun masyarakat diwilayah Kelurahan Curug pada khususnya dan warga Kecamatan Curug Kota Serang Pada Umumnya.
                          --Amiinn--

---*-*---

















Kamis, 12 Juli 2012

MMD

Pada Tanggal 10 Juli 2012 , bertempat di Kelurahan Pancalaksana Kecamatan Curug Kota Serang  jam 09.00 wib dilaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa di  Fasilitatori oleh Pembina  Desa Siaga dari Dinas Kesehatan Kota Serang. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil Kepala Puskesmas Curug  beserta  Petugas Promkes  dan bidan Pembina desa Pancalaksana, Pak Lurah berhalangan hadir dan di wakilkan oleh sekdesnya, serta kader desa siaga, dan kader posyandu di kelurahan Pancalaksana. Penyampaian Musyawarah Masyarakat Desa ini di sampaikan oleh Fasilitator desa siaga, para peserta pun serius menyimak penjelasan yang diberikan.
Musyawarah Masyarakat Desa ini sebenarnya adalah kelanjutan dari Sosialisasi Desa Siaga  yang lalu. Karena Musyawarah Masyarakat Desa ini adalah suatu kegiatan musyawah yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat untuk membahas masalah-masalah terutama yang erat kaitannya dengan kemungkinan KLB, Kegawatdaruratan & Bencana yang ada di desa serta merencanakan penanggulanggannya.

Pada saat musyawarah masyarakat desa berlangsung seru, karena beragam sekali tanggapan dan pendapat peserta yang akan memilih calon pengurus desa siaga di Kelurahan Pancalaksana. Akhirnya didapatkan hasil dari musyawarah tersebut nama-nama pengurusnya.


>>FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN<<

 Tindak lanjut  :
§  Kader membantu kades menyebarkan hasil Musyawarah tentang Rencana Kerja Penanggulangan masalah dan membantu menindak-lanjuti untuk kegiatan-kegiatan.
§  Selanjutnya, mencari calon kader baru, pelatihan kader & pelaksanaan kegiatan


Tindak lanjut Rencana Kerja hasil MMD
1.  Latihan Kader
2. Melaksanakan kegiatan masyarakat dibidang kesehatan
3. Memantau/memonitor hasil kegiatan
4. Memotivasi warga agar kegiatan dibidang kesehatan dapat dikembangkan baik lokasinya maupun jenis kegiatannya




Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dengan baik, Aamiin